Pilih Kasur yang Empuk atau yang Keras Ya?

Menurut Arya Nick Shamie, MD., ahli ortopedi dari Associate Professor of Orthopedic Surgery and Neurosurgery, Santa Monica UCLA Medical Center, kondisi tubuh di pagi hari, sedikit banyak dipengaruhi oleh jenis kasur yang digunakan untuk tidur.

Lebih lanjut lagi, Arya menyebut jika kasur seharusnya jadi pendukung posisi natural tubuh saat tidur. Lekuk tulang belakang, bahu, posisi kepala, bokong hingga tumit, seharusnya berada di posisi yang selaras selama tidur.

Karena inilah Arya menekankan pentingnya memilih kasur yang sesuai dengan posisi dan kondisi tubuh Anda. Lantas, kasur seperti apakah yang terbaik untuk tidur?

Dilansir dalam Bewelbuzz.com, meskipun kasur busa atau kasur pegas terlihat sangat nyaman, tapi sebuah penelitian di Spanyol menunjukan jika 80 persen pengguna kasur dengan tingkat keempukan medium-hard, justru mengalami sakit punggung.

Sementara mereka yang menggunakan kasur dengan tingkat keempukan medium-soft, 70 persen diantaranya mengalami hal yang sama, yakni masalah sakit punggung.

Mengenai hal ini, Arya Nick, menyebut jika kasur yang terlalu empuk tidak mampu mendukung lekuk tubuh Anda. Alih-alih memberikan kenyamanan, kasur empuk justru akan membuat tubuh tenggelam dan berisiko menyebabkan sakit di beberapa bagian tubuh.

Akibat buruknya, kondisi tidur seperti ini akan menyebabkan paru-paru tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup, dan menyebabkan ketidaknyamanan selama tidur. Selain itu, kasur yang terlalu empuk pun bisa membuat posisi tulang belakang tidak nyaman dan menyebabkan sakit tulang belakang.

Bagaimana dengan kasur yang keras?

Inilah keunikannya. Walaupun terlihat kurang nyaman, kasur yang biasanya berjenis lateks ini tergolong aman, mampu menopang posisi tidur, dan mampu membentuk posisi tulang yang natural.

Masih menurut penelitian yang sama, kasur dengan tingkat keempukan hard alias kasur keras, efektif untuk menekan titik-titik tertentu sehingga membuat posisi tulang belakang tetap normal. Kondisi inilah yang membuat pembuluh arteri, otot dan vena menjadi lebih rileks.

Posisi tidur yang tidak tenggelam pun akan membuat suplai udara ke paru-paru lebih maksimal. Walaupun begitu, Arya tetap menyarankan Anda untuk menggunakan alas atau bed cover yang empuk agar kenyamanan tidur Anda tetap terjaga.